SEJARAH 1

Asal mula nama Desa Plosorejo.

Pohon ploso

Palasaplasa atau ploso (Butea monosperma) adalah sejenis pohon anggota suku Fabaceae. Pohon berbunga indah ini menyebar luas mulai dari IndiaAsia Tenggara, hingga ke Indonesia bagian barat. Dari bunganya yang jingga terang dihasilkan bahan pewarna alami.

Dikenal sebagai Flame of the Forest dalam bahasa Inggris, pohon ini memiliki aneka nama dalam bahasa-bahasa di India, seperti dhaak, palash, palaash, palah, palashpapra, polash, polashi, porasum, parasu, modugu, kela[4]. Di Asia Tenggara, tumbuhan ini disebut sebagai pouk-pen (Burma); chaa(Kamboja); chaan (Laos); thong kwaao, thong thammachaat (Thai)[5]. Beberapa nama daerahnya, di antaranya, plasa (Sd.), plåså (Jw.), dan palasa (Md

Nama Desa Plosorejo,Ploso berasal dari nama tanaman yang dulu banyak ditemukan di desa ini yaitu Pohon Ploso,

sehingga oleh para sesepuh Desa pada saat itu diberilah nama desa ini dengan sebutan Desa Ploso,

sedangkan nama Rejo bararti ramai dengan harapan dari sesepuh pada saat itu, biar desa ini nantinya menjadi ramai,

tapi sayangnya sekarang ini pohon ploso sudah tidak ditemukan di Desa Plosorejo ini.

Menurut cerita rakyat, terkait daun ini sebagai pembungkus tape, konon pada zaman dahulu ada seseorang yang melihat pohon ploso,

ia melihat daunnya hijau-hijau indah dan segar, Ia kemudian berkata, “Godonge kok ayu-ayu”. (daunnya kok cantik-cantik).

Seseorang yang lain menjawab, “Iyo, nggo bungkus tape gen ndang cetak jodone”. (Iya, untuk bungkus tape biar dekat jodohnya).

Akhirnya daun ploso sejak saat itu digunakan sebagai bungkus tape ketan di desa ploso dan sekitarnya.

Pada zaman dahulu seluruh masyarakat Plosorejo ketika sedang mengadakan acara dan membuat tape selalu menggunakan daun ploso sebagai pembungkusnya.

Biasanya tape ini dijadikan satu tangkainya kemudian dipikul menggunakan bambu. Namun sekarang sudah jarang ditemukan.

Sumber :

Wikipidia

Cerita Rakyat